Sabtu, 26 November 2011

Terengkuh By Sitti Monalisa


Terengkuh
By Sitti Monalisa
     Mirsya dan Arya, itulah nama mereka berdua. Mereka berdua bersekolah di SD yang berbeda. Sebenarnya mereka tidak saling mengenal, tapi karena keusilan teman–teman mereka yang selalu menggoda mereka akhirnya mereka saling mengenal. Awalnya, mereka hanya berteman saja. Satu tahun pun berlalu, mereka telah duduk dibangku SMP. Entah karena apa Arya tiba–tiba menyatakan cinta pada Mirsya, padahal Arya sudah memiliki pacar. Bodohnya lagi, Mirsya menerima Arya padahal Mirsya sudah tau hal itu. Awalnya Mirsya hanya iseng menerima Arya tapi lama-kelamaan Mirsya sangat menyayangi Arya hingga ia tak mau kehilangan Arya. Arya pun memutuskan untuk meninggalkan pacar pertamanya.
     Setlah setahun hubungan mereka berjalan. Disuatu hari mereka jalan berdua, karena kehendak Tuhan Yang Maha Esa mereka akhirnya kecelakaan. Luka Arya tidak parah, tetapi Mirsya di bawa ke UGD karena lukanya parah. Semua orang telah mengira bahwa Mirsya tidak akan selamat. Hari itu sangat dipenuhi air mata. Akhirnya Mirsya pun sadar. Setelah Mirsya sudah agak mendingan, Mirsya ingin segera pulang kerumah. Keesokan harinya Mirsya mendapat kejutan yang tidak ia duga, Mirsya mendapatkan kabar bahwa Arya telah mempunyai pacar selain dia. Mendengar kabar itu, hati Mirsya serasa tercabit-cabit. Mirsya pun segera menelpon Arya untuk membuktikan hal itu, ternyata semua kabar itu benar dan parahnya lagi Arya mengakhiri hubungannya dengan Mirsya demi pacar barunya. Mendengar pernyataan Arya, Mirsya langsung menangis. Ia tidak bisa menahan sakit hatinya. Hatinya serasa diiris sembilu. Mirsya merasa  putus asa untuk hidup. Karena rasa sayang Mirsya begitu besar ke Arya. Dengan mudahnya Mirsya memaafkan Arya.
     Beberapa bulan pun berlalu, sakit hati yang dirasakan Mirsya sedikit demi sedikit telah hilang dari benaknya, walaupun rasa sakit itu bagaikan duri yang telah menyatu bersama lunaknya daging hati Mirsya tapi ia telah mulai melupakan Arya. Kini Mirsya mendapatkan pacar baru yang begitu sayang kepadanya yang bernama Indra. Saat Mirsya mulai bahagia dengan kehidupan barunya, Arya pun kembali kehidupannya sebagai seorang sahabat. Sebulan setelah Mirsya mempunyai pacar, Arya tiba-tiba member tahu Indra bahwa “ia telah berpacaran dengan Mirsya selama 2 bulan”. Mendengar perkataan Arya, Indra pun sangat marah. Tanpa berpikir panjang ia segera member tahu Mirsya hal itu. Mirsya pun kaget mendengar hal itu. Mirsya pun berusaha menjelaskan apa sebenarnya terjadi. Akhirnya, Indra pun percaya. Mirsya masih bingung dan bertanya-tanya mengapa Arya melakukan hal itu. Setelah 3 bulan menjalin hubungan dengan Indra, ia pun mengakhiri hubungannya dengan Indra (pacarnya) dan memutuskan untuk kembali lagi dengan Arya. Setelah menjelang UN Mirsya kembali mengakhiri hubungannya dengan Arya karena alasan ia ingin serius belajar. Arya pun menerima keputusan Mirsya meskipun ia agak kesal dan merasa telah dipermainkan.
     UN pun telah selesai, Arya juga telah mempunyai pacar bernama Siska. Setelah Mirsya mengetahui hal itu, ia juga menerima Farel untuk menjadi pacarnya. Meskipun Mirsya dan Arya telah mempunyai pacar , tapi mereka tetap akrab seperti biasanya. Arya juga selalu cerita tentang hubungannya dengan Siska. Tidak lama kemudian Mirsya kembali lagi mengakhiri hubungannya dengan Farel karena ada kesalahpahaman. Tidak lama setelah Mirsya putus dengan Farel, Arya pun melakukan hal yang sama terhadap Siska. Setelah kejadian itu, Mirsya memutuskan untuk sementara waktu tidak pacaran. Berbeda dengan Arya, ia menjalin hubungan dengan Dhea yang tidak lain adalah sahabat baik Siska sendiri. Tentu saja persahabatan Siska dengan Dhea hancur gara-gara hal itu. Setelah 6 bulan Arya dan Dhea pacaran . tak ada angin tak ada hujan Arya tiba-tiba menelpon Mirsya dan member tahu ia akan mengakhiri hubungannya dengan Dhea asalkan Mirsya mau kembali dengan dia, tentu saja Mirsya menerima Arya kembali.
     Hmm… indahnya hidup kini dirasakan lagi oleh Mirsya, tidak seperti biasanya Mirsya sangat ceria dan semangat dalam menjalani hidup. Arya memang telah menjadi motivasi dan semangat bagi Mirsya. Banyak moment indah yang telah dilalui mereka berdua seperti jalan-jalan, ke pasar, dan belajar bersama. Tentu saja semua itu tidak akan mudah dilupakan oleh Mirsya. Mirsya berharap agar semua itu tidak akan berakhir. Tidak lama kemudian, sahabat Farel ingin menjadi pacar Mirsya. Tentu saj Mirsya menolaknya karena dihati Mirsya hanya ada satu orang orang yaitu Arya. Sebenarnya Mirsya ingin member tahu Arya tentang hal itu, tapi setelah Mirsya memikirkannya dengan matang, alangkah baiknya Mirsya tidak member tahu hal itu. Dengan sangat terpaksa Mirsya menyembunyikan hal itu, itu dilakukan karena Mirsya tidak ingin membuat Arya marah dan merasa dikecewakan (dibohongi).
     3 bulan pun berlalu, akhirnya Arya mengetahui hal itu. Arya sangat kecewa dan sangat marah dengan kelakuan Mirsya. Arya merasa telah dibohongi oleh Mirsya. Saking marahnya, Arya tidak mau lagi mendengar penjelasan Mirsya. Mirsya pun sangat sedih dan berusaha untuk meminta maaf kepada Arya tapi Arya tidak memperdulikannya. Mirsya bingung, apa yang harus Mirsya lakukan agar Arya tidak marah lagi padanya. Mirsya pun terus berusaha, tapi apa yang terjadi? Mirsya hanya mendapatkan makian dari Arya dan memutuskan hubungan mereka . Mendengar perkataan Arya tersebut, Mirsya langsung meneteskan air mata. Hatinya sangat sakit dan ia tak menyangka bahwa orang yang sangat dia sayangi setega itu. Saking sakit hatinya, Mirsya terus menangis dan tidak tidur semalaman. Semua yang dulu terjadi kini kembali lagi terjadi. Tanpa adanya rasa bersalah, Arya mengucapkan hal itu. Apa Arya tidak menyadari kalau Mirsya sangat menyayanginya? Semuanya terjadi begitu saja. Siang hari bagaikan malam, pelangi pun berwarnakan kelam. Apakah ini yang dinamakan patah hati? Itulah sekarang yang dirasakan oleh Mirsya.
     Suatu perkataan yang keluar dari mulut Arya bagaikan janji sacral yang selalu diingat dan tertanam membekas dihati Mirsya yaitu saat Arya berkata “aku tak mau lagi pacaran denganmu dan aku tak lagi menyayangimu”. Perkataan itu sangat menusuk bagi Mirsya. Apa Mirsya salah menyayangi Arya? Apa Mirsya tak layak untuk bersama Arya? Apa Mirsya tak pantas bagi Arya? Apa ini adil bagi Mirsya? Ataukah ini karma untuk Mirsya?
     Suatu hari Mirsya bertemu dengan Arya. Tanpa basa-basi Arya mengatakan kalau ia masih menyayangi Mirsya dan ingin kembali seperti dulu. Arya juga berkata, semua perkataannya yang dulu tidak benar melainkan hanya terbawa emosi tapi Mirsya tetap diam membisu. Arya pun terus meyakinkan Mirsya karena Mirsya tidak tahan lagi melihat muka Arya, ia pun pergi dan berlari meninggalkan Arya. Arya pun mengejarnya. Mirsya terus berlari dan akan menyebrangi jalanan aspal yang panas karena sengat matahari. Seketika tuk pengangkut kapas berjalan dengan kecepatan 100 km/jam dihadapan Mirsya. Mirsya yang sedang galau tak sadar dengan semua yang ada disekitarnya. Arya berlari mendekati Mirsya yang mematung di tengah jalan. Truk semakin mendekat dan Arya berlari memeluk Mirsya.
Hanya sepersekian detik dn semuanya gelap.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;