Sabtu, 26 November 2011

MAAF (by Akmal Yunus)


MAAF
by Akmal Yunus

Mitha  adalah seorang gadis yang  lincah, tidak heran kalau Mitha punya banyak teman, semua teman- teman dan guru- guru disekolah Mitha senang dan sayang sama Mitha.Mitha  memang tidak pernah mendapat ranking di kelas, tapi bukan berarti Mitha itu bodoh, kelebihan Mitha yang paling menonjol adalah Mitha hobi membuat puisi, tidak hanya teman, guru- guru Mitha pun senang dengan puisi- puisi Mitha, sayangnya Mitha adalah gadis yang tertutup, Mitha tidak pernah curhat ke teman- temannya, padahal biasanya gadis remaja seperti Mitha pasti hobi curhat apalagi soal cowok, atau hal- hal lain ke para sahabat, tapi itu tidak berlaku untuk Mitha  
          Buat Mitha, curhat Mitha hanya untuk Diary nya saja.Mitha tahu kalau setiap kepribadian  bahkan sifat manusia itu berbeda- beda.Salah satu kelemahan Mitha adalah tidak pernah terbuka dengan teman- temannya, jadi setiap perilaku teman- teman Mitha yang tidak di sukai Mitha, Mitha tidak pernah bilang pada teman- temannya.Sanking baiknya kepribadian Mitha,tanpa Mitha sadari kadang teman- teman Mitha sering memanfatkannya, memang Mitha punya sahabat dekat namanya Nur.
        Nur adalah gadis yang yang baik dan sangat setia kawan pada Mitha, jadi tidak heran kalau Mitha sering curhat pada Nur, salah satunya tentang perilaku teman- teman yang lain, Nur dan Mitha memang beda kelas, tapi Mitha sering curhat pada Nur kalau jam Istirahat atau jam pulang sekolah, maklum rumah mereka dekat.
       Salah satu curhat Mitha dengan Nur adalah, tentang Siska. “Nur, aku mau curhat nich…”ujar Mitha saat jam Istirahat. “Mau curhat apa Mit?”Tanya Nur. ”Ini tentang Siska, jujur selama aku duduk sebangku dengan dia, aku merasa dia sering memanfaatkan aku.” Ujar Mitha.”Maksudmu?”Nur mulai bingung dengan ucapan Mitha.
       Mitha mulai bercerita pada Nur, “Hari pertama  sekolah, Bu Rini wali kelas ku meroker duduk para siswa, saat itu aku harus duduk sama Siska, tadinya sich aku fine- fine aja, karena aku tahu Siska itu anak yang baik dan pintar, gak jarang aku dan Siska sering curhat, bahkan Siska sering mendengar dan memberikan aku solusi saat aku ada masalah.“Lalu?”Tanya Nur.
       Mitha pun melanjutkan ceritanya,”Aku gak pernah sadar kalau selama ini ternyata aku sudah di manfaatkan oleh Siska, teman- teman lain yang cerita padaku, kalau sebenarnya Siska memanfaatkanku.Selama ini Siska sering meminjam buku catatanku, setiap ada guru yang menyuruh siswa untuk mencatat pelajaran, Siska gak pernah ikut mencatat, dia menunggu catatanku untuk di pinjamkan padanya, saat itu aku fine- fine aja.
       Alasan Siska saat itu adalah dia lagi gak enak badan.Lalu saat istirahat dia sering menyuruhku untuk membelikan makanan untuknya, itu pun memakai uang ku, memang selama ini setiap ada pelajaran yang susah Siska selalu membantuku, jadi saat itu ku rasa sangat wajar kalau aku harus meneraktirnya setiap hari, dan mengikuti kemauannya seperti meminjam catatan.
      Siska juga sering berhutang padaku, tapi karena aku masih mengahargainya, aku gak pernah menagih hutang- hutang itu pada Siska.”ujar Mitha.“Apa? Sampai segitunya Siska memanfaatkan mu Mith?
     Ini  udah gak bener, aku harus ngomong sama Siska.”rona wajah Nur menunjukkan kemarahan. “Jangan Nur, aku gak mau pertemanan aku dengan Siska berantakan, aku sudah mengganggap Siska seperti saudaraku sendiri, kau tahu itu kan Nur?”Cegah Mitha pada Nur.”Saudara kau bilang?aku saja sebagai sahabatmu tidak pernah memanfaatkan mu, itu bukan sahabat namanya Mith, apalagi kau menganggap nya saudara, bisa semakin besar kepala dia!!!”Nur semakin emosi.
      ”Aku yang akan bicara pada Siska, karena aku yang punya masalah dengan dia, aku harap kau jangan ikut campur Nur, maaf kalau aku bicara seperti ini, karena aku gak ingin melibatkanmu, aku mohon Nur….” Mitha sampai memohon pada Nur, sahabat nya.Nur pun memaklumi keinginan Mitha, “Tapi kalau tidak ada hasilnya, aku harus ikut membantumu ya Mith?”ujar Siska.
      ”Seep…..” Mitha menunjukkan jari jempolnya pada Nur.Keesokan harinya, “Mitha, gimana hari ini kamu jadi bicara sama Siska kan?”Tanya Nur memastikan. Mitha hanya mengangguk. Tak lama muncul Siska, “Hai Mith, Nur…. Mith, kita ke kelas yuk..Ayoook….”Siska menarik tangan Mitha.Saat tiba di kelas, “Mitha, aku pinjam uang mu dong, tadi aku terlambat bangun, jadi gak sempat ambil uang untuk jajan di kantin, mana aku belom sarapan lagi, sekalian temenin aku makan , mau kan?” Mitha hanya mengangguk, entah kenapa di depan Siska Mitha merasa sangat lemah.
      Di kantin sudah banyak siswa yang mengantri di kantin, mereka bukan hanya ingin membeli, tapi kantin emang tempat nongkrong favorit untuk para siswa di sekolah Mitha.”Siska, aku mau bicara….” Mitha memberanikan diri untuk bicara pada Siska. “oh, emang mau ngomong apaan?penting ya….?tanya Siska.” Iya, aku mau bicara tentang aku dan kamu,”ujar Mitha.
      ”Ya udah ngomong aja…..”sela Siska.Entah kenapa saat itu rasanya bibir Mitha terasa tertutup rapat, Bella takut bicara sama Siska, Mitha takut nanti Siska memusuhinya.”Tapi kamu jangan marah ya?”janji….?”Tanya Mitha.”apaan sich…bikin penasaran aja, aku janji gak akan marah, apaan sich, ayo cerita….Siska mulai sedikit memaksa.”Aku….ehm….aku….ehm…..udah dech gak jadi”. “gimana sich, tadi katanya mau ngomong, ya udah kalau gak mau ngomong, aku banyak urusan lain, tau…..”Siska mulai nyolot.
      ”Kamu tahu maksud dari puisi ini?” Mitha menunjukkan puisinya pada Siska. “Kamu tahu kan Mith, aku gak suka puisi, kalau mau ngomong, ya ngomong aja…. Apa susahnya sich?Siska tampak semakin marah.Teng…Teng…Teng..jam istirahat berakhir.“gimana udah bicara sama Siska?” Tanya Nur pada Mitha.”Aku takut Nur, aku takut nanti Siska marah sama aku… bisa- bisa aku gak bisa jadi temannya lagi…”Ujar Mitha pesimis.
      ”Ya udah dech aku aja yang bicara sama Siska,”Nur langsung pergi.”Eeeh…… jangan Nur….”sela Mitha, tapi terlambat sekarang Nur dan Siska sudah berhadapan, “Siska, kamu ngerti gak sich kemauannya Mitha?”Tanya Nur, “Kemauan apa sich? Lagi pula datang- datang koq langsung marah- marah?emangnya si Mitha mau apa?”Siska semakin nyolot.”Si Mitha itu, gak suka kalau kamu,…..”ucapan Nur terhenti, “Nur…..”tiba- tiba Mitha sudah ada di samping Nur, Mitha langsung mengajak Nur pergi.Sudah 3 hari Siska tidak bicara dengan Mitha, Mitha selalu mendatangi Siska dan meminta maaf untuk kesalahannya juga untuk kesalahan Nur, tapi Siska tidak pernah mengubris Mitha.
      Setiap hari Mitha selalu datang ke sekolah lebih pagi hanya demi mendapat seuntai kata maaf dari Siska, seperti hari ini,”Siska, maafin aku ya…..aku gak bermaksud buat kamu marah seperti ini, sekali lagi maafin aku ya sis….”ujar Mitha.Siska tetap bungkam, dia malah bicara dengan teman yang lain tanpa memperdulikan Mitha yang lagi bicara padanya.
      Tanpa sepengetahuan Mitha, ternyata Siska sudah banyak menjelek- jelekkan Mitha di hadapan teman- teman yang lain, bahkan sekarang teman- teman Mitha semakin berkurang, bahkan kalau ada tugas kelompok, Mitha sulit mendapat teman.Tapi hari ini semuanya berubah, teman- teman Mitha yang selama ini ikut memusuhi Mitha sekarang mereka semua baik sama Mitha, “Mitha, kami udah tahu semuanya, Nur sudah menceritakan semuanya sama kami, Kamu jangan takut Mith, Kamu hanya akan kehilangan satu teman, tapi kamu tidak akan kehilangan kami….
      ” Mitha benar-benar terharu, “Terimakasih ya…terimakasih karena kalian mengerti aku…”ujar Mitha.Menjelang puasa sekolah di liburkan,biasanya para siswa melakukan tradisi meminta maaf pada guru dan teman- teman, begitu pula dengan Mitha. Mitha pun mendatangi Siska untuk meminta maaf, tapi Siska selalu menghindar.Selama satu bulan libur puasa, perasaan Mitha tidak tenang, karena Mitha belum mendapatkan kata maaf dari Siska.
       Mitha sering mengirimkan kata maaf pada Siska melalui SMS, tapi Siska tidak pernah mengubrisnya, Bella pun menelepon ke rumah Siska, tapi pembantu Siska bilang, Siska gak ada di rumah.Saat lebaran tiba, Mitha ditemani ayahnya datang ke rumah Siska khusus untuk minta maaf pada Siska, Ayah Mitha sudah tahu permasalahan yang di hadapi putrinya itu pada Siska.
       “Mitha, yang penting kamu sudah minta maaf sama Siska, kamu sudah berusaha sampai datang ke rumahnya, kalau Siska tetap tidak memaafkan kamu, biar saja, Tuhan Maha Mengetahui Nak….”Ayah menghibur Mitha, Mitha hanya bisa tersenyum kecut, dia tidak menyangka kemarahan Siska sampai separah itu pada Mitha.Lebaran telah usai, dan hari ini adalah hari pertama di mulainya sekolah, seperti biasa Mitha datang pagi- pagi, biasanya setiap awal masuk sekolah pasti ada Apel pagi, Mitha gak sadar kalau di belakangnya sudah ada Siska, Selesai Apel, saat semua siswa berhamburan masuk ke dalam kelas masing- masing, tiba- tiba Siska menghampiri Mitha, “Mitha ….”Siska menegur Mitha, Mitha benar- benar terkejut dan tidak menyangka kalau Siska mulai bicara padanya, “Ada apa Sis?Oh ya, kemaren pas lebaran aku datang ke rumah mu, tapi kata pembantumu kamu pergi, aku ke sana khusus untuk minta maaf sama kamu, Aku minta maaf ya Sis, kalau selama ini aku udah buat kamu marah, sekali lagi aku minta maaf….”ujar Mitha.”Aku juga minta maaf Mith, maaf karena aku udah nyuekin kamu, aku sadar selama ini aku emang sering manfaatin kamu, kamu gak salah koq Mith, maafin aku ya…?”ujar Siska.
      Mereka pun berpelukan.Setelah kejadian itu, Siska mulai berubah, dia tidak lagi seperti dulu, bahkan mereka sekarang semakin dekat, Nur yang dulu tidak suka sama kelakuan Siska, sekarang mulai berubah, sekarang Siska, Nur, dan Mitha menjadi sahabat, dan satu janji mereka Diantara sahabat tidak akan pernah ada unsur saling memanfaatkan. Mitha benar- benar bahagia, pengorbanan nya selama ini tidak sia- sia hanya demi kata maaf.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;