Jumat, 04 November 2011 0 komentar

Menuju Iman yang Sempurna

Iman itu bukan hiasan bibir dan pemanis kata apalagi sekedar keyakinan hampa. Tapi sebuah keyakinan yang menghunjam dalam hati, diungkapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan tindak nyata. Pengakuan seorang mukmin akan keimanannya yang tidak disertai dengan bukti amal shaleh, bisa dikategorikan sebagai pengakuan tanpa makna dan tidak berdasar. Di sini Allah swt. menjelaskan kepada kita tentang senyawa keimanan dan amal shaleh dalam surat Al-‘Ashr;
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati agar mentaati kebenaran dan nasehat menasehati agar tetap sabar.” QS 103:1-3



Ayat-ayat quraniah tentang hal ini banyak sekali, bahkan setiap “khitab ilahi” (panggilan Allah) yang ditujukan kepada mukminin selalu disertai dengan perintah untuk mengerjakan amal saleh yang berkaitan dengan ibadah dan larangan untuk meninggalkan hal-hal yang diharamkan Allah swt.

Iman yang menshibghah -mewarnai- akal, hati dan jasad seorang mukmin niscaya ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan maka pilihannya itu sudah pasti jatuh pada nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ia senantiasa memutuskan sesuatu dengan haq dan menghindari hal-hal yang menjurus kepada kebatilan. Jadi seorang yang telah tershibghah imannya, ia akan menjadi cahaya bagi dirinya, keluarganya dan masyarakatnya. Allah berfirman;


“Dan apakah orang yang sudah mati, kemudian ia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat ke luar dari padanya?…” QS 6:122


Demikianlah Allah menghidupkan manusia dengan cahaya Islam dan keilmuan. Sehingga hal itu memberikan manfaat dan kontribusi riel tidak saja bagi lingkungannya bahkan sampai pada peradaban dunia.


Rasulullah saw. menganalogikan seorang mukmin yang benar-benar memahami keislaman dan keimanannya seperti lebah. Lebah itu mempunyai sifat tidak pernah melakukan kerusakan, lihatlah ketika hinggap di dahan-dahan pepohonan atau tangkai-tangkai bunga. Lebah selalu mengkonsumsi makanan yang terbaik yaitu sari bunga. Dan menghasilkan sesuatu yang paling bermanfaat yaitu madu. Maka makhluk hidup yang berada di sekitarnya merasa aman dan nyaman.


Begitulah seharusnya muslim dan mukmin, dia harus mampu menebar pesona Islam. Melukiskan tinta emas kebaikan dalam kanvas kehidupan secara individu dalam semangat kebersamaan. Semangat kebersamaan inilah yang seharusnya dimiliki setiap mukmin. Kepekaan terhadap apa saja yang sedang menimpa masyarakat harus menjadi bagian kehidupannya. Jangan berpuas diri dengan urusannya sendiri tanpa memperhatikan dan mempedulikan masyarakat sekitarnya.


Interaksi Sosial


Lezatnya iman apabila sudah mampu dirasakan oleh seorang mukmin dalam ruang kepribadiannya, maka akan menjelma menjadi pesona sosial yang sangat menawan. Khusyuk diri yang dimiliki seorang mukmin akan berdampak pada ‘atha ijtima’i (kontribusi sosial) dan keharmonisan social. Di sini, Nabi kita Muhammad saw. mengajarkan kepada kita dengan tiga kalimat yang sarat dengan nilai-nilai perbaikan diri. Di saat beliau bersabda; “Takwalah kamu di manapun kamu berada, ikuti keburukan itu dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskannya dan berinteraksilah pada manusia dengan akhlak yang hasan.”


Dan salah satu bentuk interaksi kita pada lingkungan sekitar kita adalah adanya hasaasiahbi’ah (lingkungan), baik yang berkaitan dengan lingkungan dakwah, lingkungan sosial, lingkungan pengajaran yang terjadi dalam tataran keluarga maupun masyarakat adalah cerminan kuat dari keimanan kita yang telah tershibghah dengan nilai-nilai kebenaran Islam. Bagaimana Rasulullah saw. melakukan hal ini dalam keluarga dan masyarakatnya. Beliau dengan gigih telah mempengaruhi pamannya, Abu Thalib untuk memeluk Islam sehingga detik-detik akhir hidup sang paman. Ia telah menyeru bani-bani Quraisy pada waktu itu seraya berkata di atas bukit shofa: “Wahai Bani Quraisy, selamatkanlah dirimu dari api neraka, wahai Bani ka’ab, selamatkanlah dirimu dari apai neraka….., wahai Fathimah, selamatkanlah dirimu dari api neraka..”

Imam Muslim.
Begitu juga, beliau telah terlibat langsung dalam peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada masyarakatnya sebelum nubuwwah -masa Kenabian- seperti berperan aktif dalam perang fijar; peperangan yang terjadi antara Quraisy bersama Kinanah dengan Ais Qailan, Hilful Fudlul; kesepakatan untuk melindungi orang-orang yang terdhalimi dan pembangunan Ka’bah.

Sensitifitas Tinggi


Oleh karenanya seorang mukmin apalagi kader dakwah harus terlibat aktif dalam amal-amal kebaikan yang terjadi di lingkungan keluarga maupun masyarakatnya. Baik yang bersentuhan dengan daur da’awi (peran dakwah keluarga), daur ta’limi (peran pengajaran) dan daur tarbawi (peran pembinaan). Janganlah seorang kader yang sibuk dengan perbaikan dirinya, akan tetapi mengabaikan dakwah keluarganya. Semangat berbisnis, lalu lupa mengajar dan membina anak-anaknya. Puas dengan kehebatannya, asyik dengan pesona dirinya, akan tetapi terlena dengan apa yang sedang terjadi di lingkungan keluarga. Bapak asyik dengan dakwah di luar, sementara anak nyimeng dan ngeganja. Coba kita perhatikan dan merenungkan kembali kembali firman Allah berikut ini;


“Hai orang-orang mu’min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”


“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” 64:14-15


“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” 63:9


“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada


mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” 66:6


Kepedulian Sosial


Interaksi sosial kita yang berujung pada kepedulian sosial, mengharuskan kita untuk terlibat penuh dengan suatu yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. Hal ini bukan hanya dilakukan seorang mukmin atau bahkan kader dakwah di saat membutuhkan mereka dan ketika ada kepentingan. Akan tetapi kapanpun dan kondisi apapun seorang mukmin harus menebar pesona Islam. Ia bekerja dan berkarya sesuai arahan Rabbani. Seluruh waktu dan hidupnya agar bermanfat bagi manusia lain. Ia ingin menjadi salah satu dari kategori qaumun ‘amaliyyun -kaum yang aktif bekerja- dan mendambakan identitas mukminiin haqqan -mukmin sejati-.


Oleh karenanya, seorang mukmin harus bisa berperan aktif dalam seluruh dimensi sosial. Baik dimensi da’awi yang mengharuskan dia sebagai cahaya di tengah masyarakatnya, yang mengharuskan dia membawa obor tanggungjawab amar ma’ruf nahi munkar dan sebagai agen of changes. Dimensi ukhawi; yang mengharuskan dirinya mengkristalkan kembali makna ta’aruf, tafaahum dan takaaful dalam kanvas ukhuwah Islamiah. Benar-benar menjadi kontributor dalam segala hal, apalagi yang bersentuhan langsung dengan fuqara, masakin dan al-aitam (yatim piatu). Rasulullah bersabda: “Ya Abu dzar, apabila kamu membikin sayur, perbanyak kuahnya dan perhatikan tetanggamu.” Imam Muslim


“Tidaklah beriman seorang di antara kamu, hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya.” Muttafaqun Alaih


“Saya dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini (beliau mengisyaratkan dengan kedekatan jari telunjuk dan tengah) Imam Al-Bukhari


Dan dimensi ta’limi wa tarbawi -pengajaran dan pengkaderan-; yang mengharuskannya berperan aktif dalam melakukan pengajaran dan pembinaan masyarakatnya. Sehingga masyarakat setempat menikmati pencerahan jiwa dan pemikiran. Mereka semakin dekat dengan nilai-nilai Islam dan akhirnya semangat mengimplementasikannya dalam ruang kepribadiannya dan lingkungan keluarganya. Allah berfirman:


“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” 3:104


“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” 62:2


Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan peduli sosial, dilandasi iman yang hidup dan produktif dalam diri kita. Allahu a’lam
0 komentar

Yunita

Seorang gadis cilik yang bernama yunita tumbuh di keluarga yang terpandang dan sederhana. Hari-hari dilewati begitu indah segala keinginannya di penuhui oleh orang tuanya. Sekolahya berjalan dengan lancar. Masa kecilnya begitu bahagia, dia duduk di bangku TK atau yang lebih kerennya Playgrup selama 3 tahun. Semasa kecilnya disaat duduk dibangku TK Yunita selalu memdapatkan berbagai macam piagam penghargaan, mulai dari juara 1 lomba lari karung Pi, juara 1 lomba lari estavet Pi, juara 1 menari, juara 1 menyanyi solo, juara 1 menghafal surah-surah pendek, juara 1 lomba lari kelereng Pi dan juara 1 lomba melukis dan mewarnai. Selama 3 tahun Yunita selalu meraih semuanya. Yunita sangat di senangi oleh teman-temanya dan guru-gurunya.
Hari-hari Yunita begitu indah, dia selalu mendapatkan hadiah dari Ayahnya ketika pulang dari luar kota. Ayahnya sering membawakanya pakainan yang berwarba pink, atau pakain-pakain yang bergambar kartun favorit Yunita. Kehidupan yang begitu indah, dalam 1 Rumah tinggal bersama Kakek, Ayah, Ibu dan pembantunya. Yunita setiap harinya selalu meminta uang kepada Kakenya sebelum berangkat sekolah dan disaat Kakenya menghitung uangnya setiap malam, dia selalu curang saat membantu Kakenya menghitung uang. Saat Yunita membantu menghitung uang Yunita selalu curang saat Kakeknya sedang sibuk dan serius menghitung uang hasil jualanya, Yunita juga sibuk memasukkan uang ke kantong celanya dan terkadang menyelipkan uang tersebut di cela-cela papan, kemudian berpura-pura mau buang air kecil padahal sesungguhnya mengambil uang yang ad di celah-celah papan itu. Kemudian dating kembali dan berpura-pura melanjutkan pekerjaanya, setelah pekerjaannya selesai Yunita meminta upah pada Kakeknya, “Kakek uang tabungku untuk hari ini mana?”  kakekya pun memberikanya uang seperti biasanya Rp 50.000. Yunita terkadang mendapatkan 10.000 – 20.000 dari hasil kejahiliannya.  Betul-betul Yunita sangat jahil. Setiap malamnya Yunita menabung semua uang yang di dapatkan, Yunita sangat rajin menabung dan membantu Kakeknya jualan di pasar saat hari libur. Uang tabungan itu, Yunita ingin sekali membali baju lebaran. Yunita tidak pernah mengharapakan pakain lebaran dari orang tuanya atau keluarnya yang lain. Kelakuan Yunita sebenarnya sudah lama diketahui Kakeknya dan orang tuanya, tapi tak mau menegurnya, karena kakek dan orang tuanya ingin melihat Yunita sampe kapan dia akan bersifat demikian dan kapankah Yunita akan Jujur?. Yunita sangat semangat menabung karena cita-citanya, Yunita ingin menjadi seorang dokter karena melihat keadaan kakeknya yang selalu sakit-sakitan. Yunita berharap agar dapat bersekolah dengan uangnya sendiri dan dapat menyembuhkan penyakit Kakenya. Yunita sangat menyayangi kakeknya, tidurpun Yunita bersama kakeknya, tapi disaat Yunita tidur lelap Yunita pun digendong oleh Ayahnya ke kamarnya. Setelah bangun pagi Yunita selalu menangis karena dia tak melihat Kakenya disampingnya. Akhirnya Yunita dibuatkan kamar oleh Ayahnya disamping kamar Kakeknya.  Yunita senang tidur dengan kakeknya karena, kakeknya selalu menceritakan pengalaman hidupny pada masa kecil dulu.
Setiapp pagi sebelum berangkat kesekolah dan bekerja sudah menjadi tradisi di keluarga Yunita untuk sarapan. Saat sarapan, makan siang, dan makan malam semua anggota kelurga harus ada di meja makan untuk bersama-sama menyantap makan yang sudaj ada. Karena selalu ingin melewatakan hari-harinya bersama keluarga.
Hari-hari berlalu sepeti biasanya. Yunita sedang membantu kakenya menghitung uang, kemudian Yunita langsung memeluk Kakeknya dan menagis di pangkuan Kakeknya, Kakeknya mulanya terkejut melihat Yunita yang selalu ceria tiba-tiba mengais. Kakeknya berkata “kenapa kamu menagis cucuku, siapa yang telah menyakitimu dan membuatmu menangis, atau tubuhmu ada yang sakit biar kakek yang obati ” Yunita “tak ada apa-apa kakek, aku hanya mau jujur kakek bahwa selama ini aku selali nakal saat membantu kakek menghituny uang, ake salau menyelipkan uang dikantongku atau di celah-celah papan dan kemudian aku berpura-pura buang air kecil, sesungguhnya mengambil dan mengamankan uang yang tadi aku sipan kemudian aku simpan dalam celenganku kek, setelah menghitung aku minta uang tabungan lagi sama kakek, aku nakal kakek, maafkan aku yah kakek. Aku berjanji akan bersukap jujur dan membahagian ayah ibu dan kakek”. Kakek “kakek maafkan, rajin belajaryah, lain kali jangan begitu lagi, ini uang untukmu (kakek membari uang Yunita Rp 100.000)”. trimkasih kakek, Yunita sayang kakek.

Jumat, 28 Oktober 2011 1 komentar

Efek Buruk Makan Mie Instan Setiap Hari

DokterSehat.com – Bagaimanapun mie instan tidak bisa menggantikan makan penuh (wholesome food) dan hanya bisa di jadikan makanan bantu sementara (selingan) dan tidak boleh di konsumsi secara terus menerus karena berakibat sangat buruk bagi kesehatanhal it disebabkan kandungan zat (campuran dalam pembuatan ) mie instan. Disamping itu mie instan tidak memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi tubuh . Walaupun di dalam mie instan terdapat kandungan karbohidrat dalam jumlah besat tetapi kandungan vitamin, mineral maupun protein yang ada didalamnya sangat sedikit. Hal itu berbeda jika makan mie instan dengan campuran bahan lain yang mengandung vitamin seperti penampahan jenis sayuran seperti wortel, sawi, tomat dll,
Sumber protein bisa juga di dapatkan jika di tambah seperti telor, ikan , tempe, daging dsb.. Satu takaran saji mie instan yang berjumlah 80 gram dapat menyumbangkan energi sebesar 400 kkal, yaitu sekitar 20% dari total kebutuhan energi harian (2.000 kkal). Energiyang disumbangkan dari minyak berjumlah sekitar 170-200 kkal. Hal lain yang kurang disadari adalah kandungan minyak dalam mie instan yang dapat mencapai 30% dari bobot kering. Hal tersebut perlu diwaspadai bagi penderita obesitas atau mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Ternyata mie instan bukan cuma kandungan nutrisinya yang kurang, tapi juga bisa merugikan kesehatan bagi mereka-mereka yang mengkomsumsi salah satunya menurut dokter mie instan penyebab timbulnya kanker, hal itu disebabkan oleh zat lilin sebagai campuran pembuatan mie instan yang berfungsi agar mie instan tidak lengket saat dimasak. Walaupun hasil dari penelitian Badan POM isu lilin yang ada dalam mie instan dinyatakan tidak benar
Isu Lilin di Mie Instan.
Isu ini ternyata itu tidak benar. Mengenai isu lilin pada mie instan, Badan POM mengatakan tidak menemukan adanya bahan tersebut. Mengenai penggunaan lilin ini pun dibantah oleh salah satu produsenmie instan di Indonesia, PT Indofood. “Geletinasasi pada mie disebabkan mie dibuat dengan pengukusan dan penggorengan. Jadi, isu lilin kan isu lama yang tidak benar,” kata Siegfried, Public Relation PT Indofood cabang Jawa Barat.
Sanggahan dari Billy N. ini membantah isu yang pernah dimuat di harian Pikiran Rakyat:

Menanggapi artikel yang ditulis oleh Bpk.Agus Rakasiwi, ‘Hindari Makan Mie Instan Setiap Hari’ di ‘PR’ hari Kamis, 2 November 2006 halaman 21 (’Kampus’). Ada beberapa kesalahan yang fatal dimuat di artikel tersebut yang dibaca oleh sangat banyak orang.
Saya tahu kalau artikel tersebut bertujuan baik, namun banyak isi artikel tersebut yang dikutip dari sumber-sumber yang tidak jelas, termasuk e-mail yang di-forward dari milis ke milis yang isinya sebagian besar adalah bohong & penulisnya tidak jelas (tergolong ’spam’), misalnya soal isu mie instan yang dilapisi lilin, padahal setahu saya, itu sama sekali tidak benar.
Kalau betul begitu, maka di air rebusan mie instan ketika dimasak akan ‘mengapung’ lilin cair. Juga, di daftar komposisi mi tidak dicantumkan apapun yang berkaitan dengan lilin.
Terlepas dari segi kesehatannya, mie instan sendiri sering menimbulkan cerita yang unik dan menarik bahkan tragis, misalnya gontok-gontokan gara-gara mi instan:

Ketua Kloter 31 SOC menceritakan pengalamannya. Saat mengambil jatah mie instan bagi kloter 31, dia melihat jemaah haji saling berebut. Lebih parah lagi, beberapa jemaah cekcok mulut dan adu fisik untuk mendapatkan mi instan. ”Saya membayangkan risiko murka Tuhan yang melihat hamba-Nya berebut mie instan di tanah haram dan mustajab di Arafah,” ujarnya.
Suasana tegang masih terus berlanjut. Saat itu, rombongan penulis sedang tafakur bersama untuk memanjatkan doa kepada Allah di tempat mustajab ini. Tak jauh dari tempat ituada kelompok jemaah haji tengah bagi-bagi mie instan, dan ternyata ada yang tidak kebagian.
Ketua rombongannya mengumumkan, siapa yang dapat jatah double harap mengembalikannya. Dosa bagi siapa saja yang mengambil jatah orang lain. Suasana seperti ini terus berlanjut hingga rebutan air panas untuk merebus mie instan.
Informasi selanjutnya juga memberikan peringatan bagi mereka yang menderita hipertensi, maag, dan autisme:

Kelemahan dari konsumsi mie instan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Natrium yang terkandung dalam mie instan berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya. Bahan pengembang yang umum digunakan adalah natrium tripolifosfat, mencapai 1% dari bobot total mie instan per takaran saji.
Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita maag dan hipertensi. Bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi akan menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih. Sedangkan bagi penderita hipertensi, natrium akan meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na dan K) di dalam darah dan jaringan.
Kelemahan lain mie instan adalah tidak dapat dikonsumsi oleh penderita autisme. Hal tersebut disebabkan karena mie instan mengandung gluten, substansi yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita autisme.
Mie Instan membuat kita lebih cepat lapar dari pada makan nasi:

Namun, sifat karbohidrat dalam mie berbeda dengan sifat yang terkandung di dalam nasi. Sebagian karbohidrat dalam nasi merupakan karbohidrat kompleks yang memberi efek rasa kenyang lebih lama. Sedangkan karbohidrat dalam mie instan sifatnya lebih sederhana sehingga mudah diserap. Akibatnya, mie instan memberi efek lapar lebih cepat dibanding nasi
Dan untuk makan mie instan “dengan baik,” sebaiknya diberi lauk-pauk yang lain terutama sayuran yang berserat:

Namun, untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh, satu bungkus mie belumlah cukup. Jika melihat iklan di layar televisi, cara prescription medications online makan mie yang baik adalah dengan menambah menu yang berasal dari bahan dasar hewani dan sayur-sayuran berserat.
Iklan mie di layar kaca menampilkan kebiasaan orang makan mie instan dengan tambahan menu seperti ayam, ikan, telur, kangkung, wortel, dan kapri. Pada bungkus mi pun terdapat gambar penyajian mie dengan menu tadi. Lalu apakah ini sekadar menarik perhatian ? Tentu saja tidak.
Bahan dasar hewani menyediakan sumber protein, sedangkan sayur-sayuran berserat dapat menambah vitamin. Selain itu, sayuran berserat berperan pula untuk menetralisasi kandungan lemak.
Menurut seorang ahli gizi klinik, Juniarta Alidjaja, orang yang kebanyakan makan mie instan tanpa diimbangi makanan berserat berpotensi mengalami gangguan kesehatan. Hal ini karena mie mengandung karbohidrat sederhana, lemak, dan kadar natrium tinggi. Misalnya obesitas, kenaikan kadar gula darah, kenaikan tensi tubuh dan lain-lain.
Jadi masihkan anda makan mie instan setiap hari?
sumber: pramedia@blogspot
Jumat, 21 Oktober 2011 0 komentar

“ KUNCI”


Disetiap langkahku
Kumerasakan kekecewan
Kuselalu berharap
Agar kekecewaan dapat terobati

Hari demi hari
Kujalani hidupku
Kumerasa ada keganjalan
Apakah itu ?

Kuberusaha untuk mengertinya
Ternyata kupunya salah pada seseorang
Ku tak tau mengapa dan siapa ?
Orang itu siapa

Kuberusaha memikirkannya
Apa  yang harus kulakukan
Ternyata kata  “Maaf” yang ingin kucap
I’m sorry
0 komentar

Ini bukan diriku


YA ALLAH
Ada apa dengan diriku ???
Aku tak tau apa yang terjadi denganku … ????

Ini bukan diriku
Aku benci keadaanku seperti ini
YA ALLAH
Berilah hamba petunjukmu ^_^

Astagafirullah huladzim
Ada apa dengan diriku ini
YA ALLAH
Aku benci diriku seperti ini
Ini bukan diriku

Aku harus bangkit
Aku pasti bisa
Aku yakin pasti bisa  
0 komentar

*Uang*


By : Andi Nabilah Tayyib

Dunia pendidikan telah mati
Gila karena uang…uang..uang… dan uang
Orang yang pintar
Kini tersingkirkan
Karena uang dan jabatan orang tua
Dimanakah keadilan…..?????

Ingin menjadi Dokter bayar….
Ingin menjadi PNS bayar…..
Ingin menjadi Polisi bayar…
Semuanya serba uang..uang… dan uang

Apa jadinya negeri ini..???
Jika orang pintar
Tersingkirkan oleh Uang…

Kapankah keadilan itu ditegakkan???

0 komentar

TERSENYUM


by : Andi Nabilah Tayyib
Tersenyumlah seperti matahari
Yang selalumenyinatkan cayahanya ke bumi
Pedih sakit dan kekecewaan
aku lalui dengan senyuman

aku merasakan kebahagian
aku berharap……….
aku dapat berhasil dalam segala hal

Ya Allah …………………
Engkau tempatku berharap
Hanya engkau penentram batinku
Trimakasih Ya Allah………………….
0 komentar

*TERJEBAK*


by : Andi Nabilah Tayyib

Ya Allah …
Isinkanlah aku jadi yang terbaik
aku ingin menajadi diriku yang dulu

Begitu terpuruknya diri ku
Selama 1 tahun
Terperangkap oleh dunia yang kupilih
yang dulunya ku anggap baik bagiku
ternyata pilihan itu
membunuh jiwaku


Ingin rasanya
Melakukan yang ku inginkan
Dimanakah diri ini???


Inginku memberontak
Tapi, ini lahjalan hidup yang kupilih
Maka harus ku jalani
Karena ini adalah pilihan hidupku

YA ALLAH……
Rahmatilah hidup ini
Tunjukkan jalan yang terbaik untuk hamba-Mu
Karena engkau Maha Mengetahui
Apa yang kami butuhkan
Bukan apa yang kami inginkan



0 komentar

InginKu ^_^


Bumi ALLAH, 27 September 2011

Ya ALLAH aku serahkan semuanya kepadamu
Aku hanya bisa  berusaha untuk menjadi yang terbaik
Dan semuanya ku kembaliakn kepada Engkau YA ALLAH
Karena Engkau maha mengetahui segala seuataunya
Apa yang terbaik untuk hambamu ini
Engkau selalu memberikan kami apa yang kami butuhkan
bukan apa yang kami inginkan

YA ALLAH
Hanya kepaadamu hamba berserah diri
Hanya kepadamulah hamba memohon petunjukmu
Mudahkanlah jalan ku YA ALLAH
Untuk menggapai impianku


YA ALLAH
Aku berusaha dan terus berusha serta berdo’a
Untuk menggapai mimpiku
Walaupun ini hanya sekedar mimpi
Tapi semuanya berawal dari mimpi
Aku yakin YA ALLAH
Akan ku gamai mimpiku
Aku yakin dan optimis untuk
Melangkah kedepan dan
Aku yakin Engkau selalu ada disampingku
Membimbingku dan menuguruku disetiap langkahku

Perjalan hidup ini memang tak pernah mulus
Kita pasti akan selalu dihadapka denagan masalah
Dan saat kita mampu keluar dari masalah itu
Kita bisa belajar dari sikap dan tindakan yang kita ambil
Apakah kita telah benar-benar dewasa dalam menghadapi maslah itu???



0 komentar

KU TAK MENGERTI ?????



Aku selalu serba salah dimatamu
Aku tak atu lagi apa yang kau mau
Apa sebenarnya maumu???????
Telah kulakukan yang terbaiki untukmu
Tetap saja selalu kau anggap salah dan berlebihan

                   Hanya kesabaranku yang membuat semuanya dapat bertahan
                   Karena ku menyayangimu sehingga ku dapat  bertahan
                   Aku berthan karena ku yakin semua ini adalah emosi sesaat
                   Karena begitu bayak problem sehingga kita bertengkar

Tapi disinilah aku menegerti begitu  beratinya  suatu hubungan
Hubungan yang kita jalani hampir 2 tahun lamanya
Bukanlah suatu hubungan yang singkat
Oleh sebab itulah aku selalu bersabar
Aku tak ingin kehilangan dirimu lagi
Tetaplah bersabar dan menyayangiku
Karena akupun akan selalu menyayagimu….^_^





Jumat, 09 September 2011 0 komentar

Sudah benarkah Pengucapan AAMIIN kita????


Dalam bahasa Arab ada 4 perbedaan kata AAMIIN
AMIIN (alaif dan mim sama-sama pendek) = aman, tentram
AAMIN (alif panjang dan mim pendak) = meminta perlindungan keamanan
AMIIN (alif pendek dan mim panjang) = jujur terpercaya
YANG BENAR ADALAH AAMIIN

AAMIIN (alif dan mim sama-sama panjang) = YA ALLAH KABULAKANLAH DOA KAMI
Sedangkan kata AMIEN biasa dilafadzkan oleh penyembah berhala setelah berdoa
SEMOGA BERMANFAAT
AAMIIN
Minggu, 10 Juli 2011 0 komentar

Shalat Sunnah Ghairu Muakkad

Shalat sunnah ghairu muakkad adalah shalat yang biasa didirikan nabi Muhammad SAW,tetapi beliau tidak menganjurkan sebagaimana pada sunnah muakkad. Sunnah ini mencakup :
· Dua rakaat setelah dhuhur disamping dua rakaat yang muakkad.
Nabi SAW pernah bersabda : “ siapa yang shalat empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat setelahnya, Allah mengharamkan ia jatuh ke neraka “ (HR. Abu Daud). Tampaknya engkau segera merespon hadist tersebut :” Sesungguhnya amal tergantung pada niat” (HR. Bukhori, Muslim dan Ibnu Majah).
· Empat rakaat atau dua rakaat sebelum ashar.
Nabi SAW bersabda, “ Semoga Allah memberi rahmad kepada orang yang shalat sunnah empat rakaat sebelum ashar” ( HR. Tirmidzi ) dan sayyidina Ali meriwayatkan bahwa nabi SAW biasa shalat dua rakaat sebelum ashar.( HR. Abu Daud ).
· Dua rakkat sebelum maghrib.
Rasulullah SAW bersabda :” shalatlah dua rakaat sebelum maghrib” kemudian beliau mengulang “shalatlah dua rakaat sebelum maghrib “ kemudian pada yang ketiga kalinya beliau menambahkan “ bagi yang mau “. ( HR. Bukhari ).
· Dua rakaat sebelum isya’.
Nabi SAW bersabda “ diantara dua adzan ada shalat, diantara dua adzan ada shalat”, beliau kemudian menyatakan “ bagi yang mau. “( HR. HR. Bukhori ).
Nabi Muhammad SAW tidak menganjurkan shalat ini sekuat shalat muakkad. Kadang beliau melaksanakannya dan kadang beliau meninggalkannya. Namun semua itu penting untuk memperpeka kalbu seorang muslim, bukankah demikian?
( dari buku “ Meminta dan Mencinta, Cara Menikmati Salat, Doa, Dzikir, Haji dan Baca Qur’an”. Karya Amru Muhammad Khalid. Terbitan Serambi Ilmu Semesta, Desember 2006 )

 
;